Pedoman Filosofi Sarang Burung Walet Terupdate

Filosofi Sarang Burung Walet

bd2 342a 4ae5 a0bc e0ece47decd7 864 1152
Foto Filosofi Sarang Burung Walet , via :tokopedia.com

Sarang walet adalah suatu komoditas hewani termewah yg dimakan oleh manusia, dgn sarang yang dilego dengan hrg sampai sekitar lima belas juta per kilogram, tergantung pada mutunya. Pada warga Chinesee, sarang walet ini dihargai harga mahal dikarenakan gizi, juga rasanya yg lezat.

Bagaimanakah Sarang Burung Walet Dibudi dayakan?

Burung walet di negri ini telah sejak dulu ada & diakui. Kedatangan burung2 itu dipercaya telah ada lebih dari beberapa ratus tahun yang lampau. Beberapa bagian burung-burung itu berlokasi di daerah Jawa dan sebagian lainnya di beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera. 

Burung walet ini senang hinggap di bagian gelap & lembab pondok sebagaimana loteng bangunan ataupun di mana saja yang menyerupai lingkungan alami mereka (goa laut). Interaksi saling menguntungkan sdh terjalin antara burung walet dan sejak dari zaman dulu. Manusia sediakan ruangan beristirahat setelah itu memetik sarang burung walet, burung mempersiapkan sarangnya buat diambil oleh manusia.

Jika dulu atap gedung dibiarkan apa adanya utk bangunan walet, maka kala ini para petani sarang walet mempersiapkan hunian kusus buat menampung burung2 walet tsb. Standardnya, bangunan burung walet wajib tingginya sedikitnya 5 sampai 6 meter tanpa loteng, yg mutlak untuk menjaga temperatur serta kelembaban. Sebab burung walet gemar dgn temperatur udara dingin serta lembab maka langit-langit yg tinggi dapat membuatnya senang utk bercokol.

Waktu membentuk pondok burung walet, material gedung untuk menciptakan dindingnya sangatlah penting gunanya utk menciptakan atmosfir bak didlm goa laut. Seterusnya, Habitat bangunan burung walet pun penting, walet cenderung memilih habitat yg luas, tanpa terlalu banyak pokok kayu menjulang di atas gedung.

Selepas menciptakan gedung burung walet, fase selanjutnya ialah memikirkan siasat untuk mendatangkan burung walet.

Peternak mutahir menggunakan rekaman nada burung dan menaruh tweeter yang telah dirubah di dalam bangunan utk memproduksi frekuensi tinggi yg bisa diingat oleh walet. Saat putar suara seyogyanya disendirikan serasi menurut musim yg berlaku. Misalnya periode kawin, maka pilih nada walet diwaktu mau kawin.

Resiko Usaha Walet

Peternak burung walet rata rata merasakan tingkat keuangan yg baik pada rutinitas semi-domestikasi ini. Resep pokoknya ada di pondok burung walet dan penjagaan area tinggal yg pas untuk burung walet. Walet peka lalu pergi ke tempat lain apabila faktor ini tidak dirawat oleh pengusaha burung-burung.

Walaupun begitu banyak petani masih mengerjakan perbuatan tidak bagus ke dalam pertanian mereka. Ini termasuk memanen sarang sebelum telur diletakkan, yang bisa menyebabkan efek trauma kepada induk burung. Justru ada juga peternak walet yg masih merampas sarang dengan telur atau burung belia masih ada didalam sarangnya.

Tidak cuma itu, burung walet umumnya tidak memiliki soal didalam menciptakan rumah yg baru selepas yg lama dipanen, asal saja pengusaha walet tdk sering mengambilnya – semestinya tidak lebih dari 1 setiap bbrp bulan.

Ada begitu banyak faktor yg salah seperti tidak sukses memanggil burung walet atau bergantinya lingkungan sebagaimana terbatasnya incaran di ekosistem yg membikin burung pergi.

Mengambil Sarang merupakan ancaman tersendiri. Burung walet senang membangun ruangan hidupnya yg menjulang di loteng, yang sudah kerap mengancam nyawa orang yang mengambil sarang walet.


Susan Bachtiar

Susan Bachtiar

Travel fanatic. Introvert. Internet trailblazer. Twitter advocate. Organizer. Troublemaker. General analyst.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *